Belajar 'Mendidik dengan Cinta' dari Kak Seto



Untuk beberapa alasan, aku memutuskan untuk fokus belajar untuk menjadi guru SD/MI.  Selain karena sesuai dengan pendidikan akademikku di UIN Raden Intan, yaitu PGMI, aku juga menyukai dunia kreativitas, menyukai anak-anak, dan semua aktivitas didalamnya.
Tawaran mbak Naqi, untuk dateng ke acara Parenting Seminar tentu sangat menarik buatku. Apalagi, pembicaranya adalah Dr. Seto Mulyadi, Psi,. M.Si. atau yang biasa disapa Kak Seto, huaaah siapa sih yang nggak kenal Kak Seto?
Foto : Okezone.news


Beliau adalah sosok yang menghibahkan dirinya, baik tenaga maupun fikiran ke dalam dunia anak-anak. Dunia yang nggak semua orang menganggapnya penting. Aku sendiri sering mendengar pernyataan-pernyataan beliau di TV yang berkaitan dengan anak-anak. 

Pagi itu, hujan sejak subuh. Aku sempat khawatir nggak bisa datang tepat waktu. Untungnya Sekolah Darma Bangsa, tempat Parenting Seminar diadakan tak begitu jauh dari tempat tinggalku.

FYI. Agenda Parenting Seminar bersama Kak Seto kali ini adalah satu dari serangkaian agenda SDB Fair 2017, Sepuluh Tahun Sekolah Darma Bangsa. Pada awal April mendatang, SDB juga mendatangkan pembicara di bidang kecerdasan finansial, Tung Dasem Waringin. Aneka kompetisi juga diadakan baik olah raga, seni dan kegiatan ekstrakurikuler. Di penghujung April, ada pula Bright Concert, yang menghadirkan artis cilik Naura dan band d’masiv.
SDB Fair 2017


Aku sedikit terlambat, datang setelah acara pembukaan selesai. Syukurlah, masih ada sederet kursi tak bertuan di bagian belakang. Sampai pada pembacaan CV Kak Seto, aku jadi semakin terinspirasi. Berbagai penghargaan, pengalaman menjabat, serta yayasan yang beliau kelola adalah bukti dari keseriusan beliau menjalani sesuatu yang beliau mulai. Juga bukti tentang kecintaannya pada anak-anak.
 
Aku jadi semakin merasa beruntung, bisa jadi salah satu yang bisa hadir di acara ini. Tentunya, aku nggak akan membiarkan ilmu yang aku dapat untukku sendiri dong ya, hehe

Di awal, Kak Seto berbagi cerita tentang si Rudi. Rudi-rudi yang berprestasi, baik Rudi sang mantan Presiden, Rudi Juru Masak handal, Rudi Atlet terkenal dan Rudi-Rudi lainnya. Menekankan bahwa semua anak itu cerdas dengan segala kecenderungannya. Karena cerdas itu bukan berarti pintar Matematika. Karena cerdas bukan berarti pintar sains.
Kak Seto, yang semangatnya selalu muda

Kak Seto juga mengajak kita menyanyi satu bait lagu, yang merupakan lagu Munajat Cinta - the Rock dengan sedikit gubahan lirik,
Tuhan Kirimkanlah aku, orang tua yang baik hati
Yang mencintai aku, apa ada nya~~

Anak-anak adalah aset negara. Putra mahkota. Pewaris tahta. Dimana peran kita sebagai orang dewasa yang berasa disekitarnya tak bisa dianggap remeh. Penyair Arab mengatakan Al Ummu Madrosatul Ula, Idzaa a’dadtaha a’dadta sya’ban Khoirul ‘Irq yang berarti Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan dia dengan baik maka sama halnya engkau persiapkan bangsa berakar kebaikan.

Selaras dengan pernyataan Kak Seto, bahwa Pendidikan Anak Usia Dini dimulai dari keluarga. Keluarga, terutama Ayah dan Ibu adalah ring satu pelindung bagi anak. Kebayang kan, betapa pentingnya ‘ilmu mendidik’ sebagai bekal orang tua dalam membimbing anak-anak?

Anak butuh orang yang mengerti situasi sesuai dengan permasalahan usia. Yang terjadi, anak seringkali mendapat tekanan baik di rumah maupun di sekolah. Dalam beberapa kasus, anak-anak sering dipaksa menyelesaikan tugas yang banyak, dengan kurikulum yang kerap berganti dan tidak  berpihak pada anak.

Belum lagi, mereka harus menghadapi Bully. Seperti yang kita tau Bullying bukan hanya terjadi di satu adat dua sekolah, tapi nyaris di semua sekolah pasti ada praktek bully antar siswa didalamnya. Efeknya bagi anak juga cukup meresahkan, mulai dari gelisah, cemas sampai rendah diri. Maka apa yang harus dibenahi? Yaitu mulai dari diri sendiri, kita sebagai orang tua, orang tedekat bagi anak selayaknya mengajarkan bagaimana menghargai orang lain.

Seperti kata kak Arul, dalam sambutannya pada awal acara yaitu Anak yang smart adalah yang menghargai orang lain. Maka jika setiap diri kita memulai mengajarkan dirumah, perlahan hal-hal tersebut bisa dihindari.
Anak itu ibarat bunga di taman, semuanya indah dengan keunikannya masing-masing. Orang tua, memang dituntut kreatif dalam membimbing anak-anak. 
Antusiasme peserta mendengarkan seminar parenting bersama Kak Seto

Bagian yang paling menarik adalah ketika Kak Seto menyinggung Pola Asuh dan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Setelah sebelumnya bertanya pada peserta mengenai pernah atau tidaknya menjewer anak, memukul, membentak. Beliau juga mengingatkan bahwa keras dan tegas itu jelas berbeda, mendidik dengan kasih sayang itu bukan hal yang sulit. Malah yang terjadi, sering kali anak menjadi pelampiasan atas kekesalan orang tua yang disebabkan hal remeh temeh di luar sana.

Belajar adalah hak anak. Kita harus bisa membedakan antara kewajiban dan hak seorang anak. Sebagaimana terngkurap, berjalan, berbicara, proses belajar adalah hak anak yang tentu akan mengasyikkan jika kita menyaksikan dengan bangga proses tersebut.

Semua berasal dari hati kita sendiri, tentang kedewasaan diri kita menghadapi tekanan hidup. Namun tetap bisa meregulasi sehingga tetap hangat dalam keluarga. Manajemen diri inilah yang perlu kita pelajari, juga kedewasaan mental.

Terakhir, Kak Seto juga berbagi kunci sukses menghadapi anak. Cukup dengan Kreatif!
Beliau sendiri bercerita bahwa beliau tidak begitu merdu dalam bernyanyi, tidak lihai mendongeng, apalagi bermain sulap. Tapi disitulah seninya mendidik. Kita menyadari bahwa kreativitas itu penting, karena IQ (yang kerap diagungkan sebagian orang) bukanlah segala-galanya.

Aku sendiri mengambil banyak pelajaran dari Parenting Seminar kali ini. Untuk terus menambah wawasan, memperbanyak pengalaman, memaafkan, dan bersikap dewasa dalam tindakan dan fikiran.
Sampai pada sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan ditujukan untuk Kak Seto. Pertanyaan pun beragam, mulai dari rasa penasaran kenapa sampai pada usia 66 tahun kini, Kak Seto masih dipanggil Kak?

Kak Seto juga sempat berkelakar, dengan ingin mengubahnya menjadi Kek Seto. Hehe
Ternyata, panggilan Kak adalah pemberian dari Pak Kasur dan hingga kini, menjadi panggilan akrab beliau.

Ada juga yang curhat pada Kak Seto karena secara tanpa sadar sering membandingkan kemampuan baca anaknya yang jauh tertinggal dibandingkan dengan teman-temannya. Meski masih di Taman Kanak-kanak, kebanyakan anak memang sudah mengenal huruf dengan baik bahkan menyambungkan menjadi kata.

Jawaban Kak Seto juga sedikit memberikan kenyataan lain bagi peserta.berdasar UU No.20 Tahun 2003 pasal 14, bahwa ; “Jenis pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi”

Jelas tidak disebutkan pendidikan TK. Secara bahasa TK adalah Taman Kanak-kanak, yaitu tempat dimana secara sosial, anak mengenal teman seusianya, belajar berbicara dengan lingkup lebih luas dan bermain.

Secara psikologi, jika menekan anak secak usia dibawah 7 tahun, justru anak akan memandang buruk proses belajar. Dan menimbulkan traumatis tanpa sadar. Hal ini malah memiliki pengaruh jangka panjang bagi kehidupan si anak.

Lagi-lagi aku menyadari bahwa menjadi orang tua, kita harus lebih banyak bersabar. Karena bersikap keras tak akan pernah memberikan dampak apapun kecuali yang buruk.

Aku jadi semakin semangat bersiap untuk menjadi ibu yang baik, dan ibu guru yang baik. Betapa menyenangkan, menyadari bahwa ditangan kita akan lahir calon pewaris negeri yang dididik dengan cinta.

Meski agenda telah diakhiri dengan sesi penutupan. Aku masih berharap untuk bisa bertemu dan berdiskusi lagi dengan beliau dan belajar banyak mengenai pendidikan anak.
Kak Seto, yang tahun ini genap berusia 66 tahun malah sedang merayakan tahun ke 40 sebagai guru TK. Fantastis bukan?

Pemberian penghargaan kepada Kak Seto, sebagai pembicara
Bersama teman-teman dari KOPI Lampung, kami berkesempatan untuk berfoto bersama seusai makan siang. Aihhh senangnya, semoga ilmu dan semangatnya hari ini berkah.

Selfie ditengah acara bersama kak Arul

cekrak-cekrik bareng kak Seto ^^



Comments

  1. Ayo nop banyakin nulis... Kita maennya disini aja yok hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nonton Bunda Cinta Dua Kodi, Film Keluarga yang Bikin Nangis Haru