Air Terjun Beringin dan Air Terjun Podomoro di Lampung Utara

Surga Tersembunyi di Lampung Utara


FYI, sebenernya saat ini badan saya lagi sedang gak enak-gak enak nya. Tapi saya gak sabar mau cerita, perjalanan ke Air Terjun dua hari yang lalu. Hehe. Karena enggak sempat bawakan buah tangan, jadi saya bawakan buah tulisan :D

Saya dan beberapa teman-teman blogger, Eonnie Izzah, Mba Rinda, Mery, Bang Yan, Kak Novrian, Wawan dan Dendy menginap di Hotel Duta Kotabumi, karena kami sudah sampai di Bandar Lampung malam sebelumnya.

Hotel Duta, tempat kami menginap selama satu malam.

Pagi hari, sekitar pukul tujuh (lewat banyakk haha) kami meeting point di Rumah Dinas Bupati Lampung Utara, berkenalan dengan ibu Endah Kartika Prajawati, S.STP istri Bupati Lampung Utara, berdoa, juga tak lupa berfoto bersama.
doa bersama sebelum keberangkatan.

Air Terjun Beringin
Bertolak dari rumah dinas Bupati Lampung Utara, kami menempuh perjalanan sekitar satu jam untuk sampai di Kecamatan Bukit Kemuning.

Di Desa Tanjung Baru Kecamatan Bukit Kemuning, kami masih harus berjalan kaki untuk sampai di Air Terjun Beringin yang sejuk dan air nya memanggil-manggil untuk ikut Terjun  hihihi.

Beringin dan Batu di sekelilingnya, ohh bikin Jatuh Cinta
 
Dengan suasana yang dingin, dan masih sangat asri karena belum (semoga tidak) banyak terjaman tangan “nakal” manusia justru semakin membuat betah dan cocok sekali untuk Tadabbur alam.

Petikan Cinta <3


Arung Jeram
Kami juga berkesempatan menjajal Rafting bersama tim Wisata Abung River Tubing yang merupakan komunitas, sebagai pengelola Wisata Arung Jeram di Desa Tanjung Baru.
Wisata Abung Rafting dirintis oleh Mas Dadang, masyarakat sekitar yang juga punya semangat yang sama yaitu mengenalkan wisata daerah.


Biaya menikmati arung jeram ini sangat terjangkau. Ada dua tawaran tracking, yaitu Track Panjang dan Track Pnedek. Trakck Panjang seharga Rp.110.000,- per kepala. Sementara track jauh dikenakan biaya sebesar Rp.85.000,- include Makan siang, snack, pelampung, helm, dan didampingi tentunya.

Saya sih gak kapok yaa. Malah ketagihan, kalau nggak inget perjalanan masih panjang dan harus pulang ke Bandar Lampung malam ini saya pasti memilih berlama-lama bermain arung jeram.

Benar-benar memicu adrenalin deh pokoknya, disamping itu mas-mas pembimbingnya sabaaaar dicerewetin minta tolong ini itu.



Wisata Way Rarem
So, setelah berheboh ria arung jeram kami cus makan siang di Bendungan Way Rarem. Kami masih harus menempuh perjalanan satu jam menuju Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara.

Saya sih suka banget ya sama tempatnya. Memang cocok banget buat piknik di pinggiran waduk begini.


Kami memang berada di sisi yang berbeda dengan Taman Wisata Way Rarem, namun tetap seru dirasa. Karena kami sempat juga berkeliling waduk dengan perahu mendekat ke arah keramba ikan.

Di Taman Wisata Way Rarem ini ada wahana air, juga tempat-tempat makan, jadi buat kamu yang pengen makan ikan segar dari keramba bisa langsung pesan.

Air Terjun Podomoro
“air terjunnya pasti ramai pengunjung nih, kan namanya Podomoro”
Ujarku dalam hati ketika pertama kali diberitahu nama air terjun yang akan kami kunjungi.

Ya, setelah puas bersantai di Way Rarem, kami cus markicus ke Air Terjun Podomoro yang terletak di Desa Campang Gijul, masih di kecamatan yang sama yaitu Abung Pekurun.

Medannya tidak terlalu susah, menurut informasi dari Ibu Bupati, 70% memang sudah perbaikan. Dan 30% on process. Keren!

Sesampai dirumah Pak Lurah Desa Campang Gijul, kami bersiap turun ke lokasi Air Terjun, meski cuaca mendung. Tapi semangat tak ikut mendung hehe.

Ngeliatnya jadi Hauuuuusss

Yayyyy! Kece banget lapisnya ituuuu. Kejutan banget ya kan, dilokasi yang gak terlalu jauh dari permukiman ada air terjun yang kece abis, dan air nya yang bening. Saya yang kebetulan haus, langsung minum airnya loh hihi.

Suasananya sejuk, pepohonan hijau dan jauh dari serakan sampah menambah kesan original Air Terjun ini.

Ah rugi banget deh, kalau warga Lampung Utara nya sendiri gak piknik kesini.
Dan memang, menurut info warga sekitar, Air Terjun ini sering dikunjungi oleh orang-orang dari luar kecamatan. Tuhkan pantesan namanya Podomoro :D

Karena hari sudah sore menjelang magrib, apalagi ditambah langit mendung sudah tak mungkin banget mau cebur-cebur walau sebenarnya sungguh tak tahan.

Kami segera kembali ke rumah Pak Lurah, dan mencicipi Kopi Robusta asli perkebunan Lampung Utara. Apalagi diminum bareng Durian yang sebelumnya dicelupkan ke Kopi. Huuuummm.


Seruu kaaan? Gimana aku sabar simpan cerita kalau seseru ini hihihi.
Lampung Utara yang jaraknya tak terlalu jauh dari Bandar Lampung juga bpunya banyak objek wisata loh. Jadi gak alasan lagi buat kamu panik kurang piknik :D

And Last, Makasih banyak Lampung Utara dengan ‘treasure’ nya yang indah bangets. Bener-bener bikin pengen balik lagi.

Malam itu, kami langsung pulang ke Bandar Lampung setelah berpamitan dengan Ibu Bupati dan yang lainnya. Untuk yang masih mau lihat-lihat fotonya, cek IG @Nusaibanovi yaa 


Comments

  1. Way kanan seru juga wisatanya bikin nagih

    ReplyDelete
  2. Kece banget bikin mupeng ke Lampung Utata

    ReplyDelete
  3. Wah, seru banget, ya. Mudah2an bisa ke sana lagi suatu hari. Bareng Novi :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog