Urgensi Sosialisasi MPR-RI dan Peran Netizen Lampung




Formasi Lengkap Tapis Blogger's Squad Minus Ketua dan yang Moto :D

Pertama kali mendengar kabar undangan “Ngobrol Bareng MPR-RI bersama Netizen Lampung” saya langsung bersemangat, karena meski agenda serupa pernah saya ikuti beberapa tahun yang lalu atas nama mahasiswa, saya tetap merasa tentu akan berbeda jika diagendakan bersama Netizen Lampung, yang dalam hal ini mengajak teman-teman Tapis Blogger Lampung.


Pernah, dalam sebuah wawancara orientasi mahasiswa baru, saya diminta mengajukan pertanyaan sebagai doorprise. Pengennya sih kasih pertanyaan iseng dan abstrak, macam siapa yang berhasil menebak tanggal lahir saya, maka akan saya jadikan saudara, eh salah maksudnya akan jadi pemenang doorprise, dan untungnya saya langsung sadar bahwa saya tidak cukup menarik untuk diketahui tanggal lahirnya Haha.

“Jadi, siapa yang bisa bacakan Konstitusi Negara tanpa salah sedikit pun , yang duluan angkat tangan boleh maju ya?” tantangku bersemangat. Seketika sunyi, sekejap kemudian terdengar bisik-bisik “eh konstitusi negara apa ya”, “gugel,gugel” .

Poster From MPR's Mechandise

Saya gak kaget, tapi heran. Kok nggak tau sih, kan sebelum masuk kampus SD dulu, SMP dulu, SMA dulu. Saya yakin banget, mereka semua hapal walau pun salah sepatah-dua patah kata, hanya saja lupa bahwa UUD adalah konstitusi negara, atau bahkan tak pernah tau konstitusi itu apa.

Saya hanya membatin, tak ingin lebih jauh menelisik kenapa sih harus gugel dulu baru jawab? Huft.

Karenanya, saya selalu suka aktif, dan menyukai orang-orang yang aktif. Karena aktif itu berarti belajar lebih. Tentu mendapat lebih dari orang lain, yang mungkin terlupa, terlewat kita pelajari di masa lalu (karena satu dua hal) dan akan terkejar dengan terus aktif belajar dan mengenal kapasitas diri.

***

Acara bertempat di Swiss-belhotel Lampung (19/11). Saya datang lebih awal bersama Wawan, karena harus briefing bersama panitia, kebetulan saya diamanahi untuk menjadi penyambung lidah antara Tapis Blogger dan Pihak Panitia dari MPR sebab Mba Naqiyyah Syam yang merupakan Ketua Tapis Blogger sedang dalam perjalanan dari Padang menuju Lampung usai menghadiri Acara Wisuda doktoral suaminya di Universitas Andalas.

Registrasi dulu ya, friends :D

Peserta berdatangan, ulalaa wajahnya cerah-cerah ya. Gimana nggak cerah, kami yang biasanya chit-chat haha-hihi 24 jam via WAG kini bisa ngopdar akbar dengan jumlah 60 peserta bahagia tak terkira. Kopdar di hotel gitulo, wkwkwk.

***

Gararadis Tapis Blogger tidak sabaar mau mulai acara :)

Usai registrasi, shalat magrib dan makan malam, kami mulai tertib duduk di kursi yang disediakan. Dari awal saya sudah merasa sosialisasi empat pilar kali ini akan berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, semua yang ada dalam ruangan baik panitia maupun peserta menggunakan kaos berkerah yang sama, semuanya feel free untuk berpose depan banner, colokan amunisi handphone pun sudah berjajar.  Kemasannya sudah jelas nyantai Ngobrol bareng, mana ada yakan ngobrol yang kaku? Ada kali kalo ngobrol bareng mertua *eh
say Cheese!

Pak Ma’ruf Cahyono, dalam sambutannya juga menyinggung peran dalam sosialisasi empat pilar, dari mulai interaksi tentunya. Netizen kan luwes, bergerak di berbagai lini profesi, heterogen. Dari yang mulai akademisi, pengusaha, penulis, dan freelance.

Bu Siti Fauziah dan Pak Ma'ruf Cahyono dalam sambutan.

Masyarakat Indonesia yang memang keanekaragamannya luar biasa juga butuh penyampai pesan yang juga beranekaragam dan tepat sekali teman-teman netizen bergerak membantu penegasan pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Negara RI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. 

Stiker from MPR's Merchandise :)

Memang, kemudahan informasi menjadi sebuah anugrah sekaligus tantangan. Anugrah, bagi kita menjadi lebih mudah menyampaikan hal benar, hal baik, juga menjadi tantangan untuk kita terus membendung hal-hal yang akan menggeser kekuatan ideologis, karena kemudahan komunikasi juga bukan tidak mungkin menjadi sebab cepatnya proses deideologi.

***

Welcome Back to Lampung, Pak

Pak Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI datang bersama rombongan, turut hadir pula sang adinda Pak Zainudin Hasan yang merupakan Bupati Lampung Selatan. Wah mereka romantis sekali ya, jadi ingat Stabilitas negara dimulai dari kekokohan organisasi terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga, yang didalamnya rasa toleransi, gotong-royong, saling mengasihi begitu kental. Hasan bersaudara bisa menjadi contoh untuk rumah tangga saya kelak *eh apa si.

Hihi, sempat buat kuis di Instagram dan banyak banget yang jawabannya bener. langsung beli cokolatos sekotak deh aku buat para pemenang.

“Ormas mungkin hanya demo saja, tapi kalau netizen sudah bersuara, terbentuklah opini” tegas Pak Zulkifi.

Media sosial, yang diakui begitu cepat perkembangannya diharapkan mamu menjadi alat edukasi yang ampuh dalam upaya sosialisasi empat pilar. Dengan harus tetap menjunjung sikap optimisme bangsa bahwa akan mampu menjadi negara seperti yang dicita-citakan pendahulu sesuai aturan demokrasi.

Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia dimana sistem diselenggarakan oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat. Masyarakat tidak boleh melupakan bahwa peran setiap orang adalah berharga didalam sebuah sistem, “Rakyat harus ngeh atas kekuasannya” tegasnya.

kami menyimak :)
***

Tapi saya jenuh, saya sering merasa bahwa semua ini omong kosong, negara terlalu rusak dan itu bukan berita baru, angsa cantik yang haus di tepi sungai, induk ayam yang kelaparan di atas jerami, sampai kekurangan yodium di negara maritim, itu adalah hal-hal yang tak mungkin namun terjadi.

Terakhir, seantero negeri dihebohkan dengan tercyduk nya seorang tersangka korupsi yang merupakan pimpinan DPR, menyusul beberapa bupati lalu di bully habis-habisan di sosial media, Meme, dan cuitan tak henti-hentinya sampai harus trending di twitter beberapa hari.

Dalam wawancara, Pak Zul mengakui citra DPR memang sudah hancur, dan penyebabnya bisa jadi kita semua, dimulai dari masyarakat yang acuh, orang pintar yang tak mau berbagi, penegak hukum yang tak lagi menegakkan, dll. 

Maka, Mari Jaga lembaga negara kita, seperti MPR, DPR, DPD, MK dalam rangka menjaga wibawa lembaga negara, karena ketika wibawa negara sudah rusak, hal ini akan mempengaruhi ketahanan negara dan berdampak pada rasa nasionalisme.

di akhir wawancara bersama wartawan, kami sempat wifie singkat loh, cheese!
***


MANIFESTO



Masih Indonesiakah kita

Setelah sekian banyak jatuh bangun

Setelah sekian banyak tertimpa dan tertempa

Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk



Masihkah kita meletakkan harapan di atas kekecewaan

Persatuan di atas perselisihan

Musyawarah diatas amarah

Kejujuran di atas kepentingan



Ataukah ke-Indonesia-an kita telah pudar

Dan hanya tinggal slogan dan gambar?



Tidak!



Karena mulai kini nilai-nilai itu kita lahirkan kembali

Kita bunyikan dan kita bumikan

Menjadi jiwa dan raga setiap manusia Indonesia



Dari Sabang sampai Marauke

Kita akan melihat lebih banyak lagi

Senyum ramah dan tegur sapa

Gotong royong dan tolong-menolong

Kesantunan bukan anjuran tapi kebiasaan

Kepedulian menjadi dorongan



Dari terbit hingga terbenamnya matahari

Kita melihat orang-orang berpeluh tanpa mengeluh

Berkeringat karena semangat

Kerja keras menjadi ibadah

Ketaatan menjadi kesadaran

Kejujuran menjadi bagian harga diri dan kehormatan



Wajah mereka adalah wajah Indonesia yang sebenarnya

Tangan mereka adalah tangan Indonesia yang sejati

Keluhuran budi mereka adalah keluhuran Indonesia yang sesungguhnya



Hari ini kita gemakan, Ini Baru Indonesia!




Comments

  1. Kutipan puisi itu terasa sangat pas dengan yang dibutuhkan Indonesia kita sekarang. Salam kenal Mbak Novi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuu, saya juga suka banget sama puisinya

      Delete
  2. Manteb liputannya, Lugas Dan lengkap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Perlu belajar banyak sama Bang Lean

      Delete
  3. keren, liputan ala panitia seksi sibuk sekali...hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meski sibuk harus stay kece dan stay jualan *eh

      Delete
  4. Yok tepuk tangan yang meriah untuk Indonesia kita...πŸ‘

    Semoga semakin lebih baik...

    ReplyDelete
  5. Yok tepuk tangan yang meriah untuk Indonesia kita...πŸ‘

    Semoga semakin lebih baik...

    ReplyDelete
  6. Yok tepuk pundak temen juga biar gak ngantuk... (ngomingin diri sendiri) hihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku seger kemarin mer, soalnya *sensor*

      Delete
  7. Seru banget sih acaranyaaa, thanks udah berbagi, Kakak. Pak Zulkifli yang ganteng bikun salah fokus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo aku salah fokus ke Pak Zain malahan hihi

      Delete
  8. Ciyee... yang sibuk. Hehe... Sip pokonya

    ReplyDelete
  9. dan pas pertama datang ke acara,yg pertama menyapa itu senyumnya mba novi."serasa kondangan nerima amplop",itu kalimat mba novi yg bikin cair suasana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk. baper sendiri aku, kok malah nerima amplop kayak manten haha

      Delete
  10. Mba Novi bahasanya wartawan banget, hehe. Saya suka. Lengkap dan lugas.

    Dan sangat ramah menyambut netizen-netizen ini datang dan registrasi :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nonton Bunda Cinta Dua Kodi, Film Keluarga yang Bikin Nangis Haru