Sedikit Tentang Wanita

Wanita adalah control social. Yang berarti kemajuan suatu negara, dapat diindikasikan melalui wanita yang ada didalamnya. Wanita adalah tiang negara, kalimat klasik yang sedikit terlupakan oleh kita ini sejatinya penting oleh kita tindaklanjuti. 

Mengapa demikian?
Karena dibalik orang-orang agung ada wanita agung dibelakangnya.Tak terelakkan wanita adalah guru pertama bagi anaknya, yang mengajarkan segalanya, memperkenalkan dunia, kemudian apa-apa yang diajarkan oleh si- wanita adalah yang terpatri di alam sanubari anaknya. 

Bicara wanita Indonesia, yang kaya akan budaya. Wanita selalu ditempatkan diposisi yang strategis dimana lagi-lagi membuat para wanita merasa special dengan ketentuan adat dan budaya.
Seperti contohnya dalam adat Lampung dengan lambang Sigernya. Penggunaan lambang Sigerpun ternyata bukan hanya masalah lambang kejayaan dan kekayaan karena bentuk mahkotanya saja, melainkan memang mengangkat nilai feminisme.
Kembali lagi ke prinsip-prinsip dalam Islam, bahwa laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangga, dan perempuan sebagai manajer yang mengatur segala sesuatunya dalam rumah tangga. Konsep itulah yang diterapkan dalam simbolisasi Siger.
Dalam masyarakat Lampung, perempuan sangat berperan dalam segala kegiatan, khususnya dalam kegiatan rumah tangga. Dibalik kelembutan perempuan, ada kerja keras, ada kemandirian, ada kegigihan, dan lain sebagainya. Intinya, meskipun masyarakat Lampung penganut garis ayah atau patrilineal, figur perempuan merupakan hal penting bagi masyarakat Lampung, yang sekaligus menjadi inspirasi dan pendorong kemajuan pasangan hidupnya.
Namun sayangnya, dewasa ini mulai terasa pergeseran posisi dimanakah letak wanita yang sebenarnya. Wanita hari ini, seringkali menjadi ‘objek’ penarik perhatian semata oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.
Beberapa bulan yang lalu kita digemparkan oleh ajang Miss World dimana wanita dijadikan pelaku utama, yang acaranya pun tak lebih dari pameran keindahan tubuh. Saya rasa acara ini lebih pantas disebut sebagai ajang MisUnderstanding. Dimana para pelaku acara ini tak sepenuhnya tau untuk apa mereka ada diacara tersebut.
Ditambah dengan kehebohan Pekan Kondom Nasional di awal Bulan Desember ini, yang acaranya membagikan kondom secara gratis pada pelaku seks. Hal ini lagi-lagi menyangkut perempuan sebagai objek, contoh kecilnya artis yang menjadi model pada poster yang menjadi background mobil pembagi kondom dengan gaya sensual dan memamerkan sebagian tubuhnya itu menunjukkan ekploitasi wanita yang jelas merugikan bagi wanita itu sendiri.

 Ditulis pada awal Desember 2013
#Edisi #Throwback

Comments

  1. Bicara tentang wanita emang enggak akan pernah ada habisnya
    Penuh warnaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nonton Bunda Cinta Dua Kodi, Film Keluarga yang Bikin Nangis Haru