A Quiet Place : Film Thriller dan Empat Moral Messages


Kita berawal karena cinta, biarlah cinta yang mengakhiri  - Agnes Monica, Sebuah Rasa

Ah kenapa tiba-tiba ngomongin cinta?
Nggak apa, nyanyi aja, abisnya film ini nggak heboh soundtrack *sesuai judul*


source : www.21cineplex.com

Nonton A Quiet Place

Jadi, emang mau nonton film A Quiet Place karena berdasarkan rekomendasi teman dan kepo-kepo. Cas cis cus janjian sama Mba Anjar karena kebetulan beliau lagi ke Bandarlampung, secara di kampungnya sono kaga ada bioskopnya cuy hahaha peace.


Pulang les aku langsung meluncur ke Mall Boemi Kedaton, karena Mba Anjar dan Ririn udah di lokasi dan beli tiket. Kenapa pilih nonton di MBK? Karena paling dekat jaraknya dan mushala cukup comfy untuk akhwat juga dekat dengan XXI.



Setelah haha hihi dan curcol dan foto karena long time no see lalu kami masuk studio. Dan aku baru sadar kita di seat A paling atas, ini pertama kalinya loh aku nonton di seat atas. Biasanya paling banter row 2 lah, yang B. Apalagi kalo gratisan, biasa dapet yang deket bintang tamu noh dibawah nengkleng wkwk. Namanya aja gratis, kudu siap sedia diminta moto, fokus sama speech bukannya sama pelem atau disuruh bantu bagi popcorn XXI yang harum margarin itu *lah dia curhat*

Film Thriller, A Quiet Place

Oke. Film dengan genre thriller-horror yang bertengger manja di urutan teratas Box Office ini berkisah tentang sebuah keluarga yang tinggal di sebuah tempat terpencil dan hidup dalam ketakutan dan kesunyian. Loh? Iya! Judulnya aja A Quiet Place. Wkwk. Kelar deh pilem. Nggak-nggak.

Jadi, mereka ada di kondisi dimana harus sangat meminimalisir suara yang dihasilkan. Untuk berkomunikasi, mereka menggunakan bahasa isyarat (dan memang salah satu anggota keluarganya, yaitu anak perempuan sulungnya memang tuna rungu) beraktivitas tanpa alas kaki demi nggak menghasilkan suara, makan beralaskan daun supaya nggak ada suara hasil singgungan (cie bersinggungan) piring dan sendok. And manymore.



Walau aku tetep nggak bisa membayangkan, itu keluarga nggak pernah batuk pilek? Kentut? Ngorok? Ngigo? Duh entah, tsiqoh aja sama yang buat cerita.

Jadi sebabnya apa?
Sebabnya adalah karena mereka sedang melindungi diri dari kejaran makhluk misterius yang menyerang bahkan memusnahkan apapun yang menghasilkan. Bahkan tikus, binatang pengerat yang ribut itu (sebenernya aku setuju siti dilibas) sampai keributan air di air terjun aja dikejar-kejar sama makhluk punya sensifitas yang tinggi dengan suara. kali dia punya masa lalu yang kelam sama suara yesh

Film ini, diperankan oleh John Krasinski (sekaligus sutradara) dan Emily Bunt sebagai orangtua, dimana dalam kehidupan nyata mereka memang sepasang suami istri ya kalo di Indonesia macem Vino G Bastian sama Marsha Timothy gitu deh. Mereka memiliki dua orang anak, yang diperankan oleh Noah Jupe dan Milliant Simmonds.

Sibling! yang terperangkap di tabung penyimpanan jagung sedang dikejar makhluk misterius

Kebayang dong, betapa nggak mudah menjalani hidup di tengah ketakutan dan kesunyian, apalagi mereka punya perasaan trauma karena pernah kehilangan anak mereka karena menyetel mainan semacam roket astronot dan tentunya menghasilkan suara yang heboh, dan jusss habis dilibas makhluk aneh.

Ditambah, mereka akan menyambut dedek bayi yang tengah dikandung mama Emil, sebuah masalah baru yang Ayahnya mempersiapkan banyak hal, dari yang memang sudah meneliti banyak soal makhluk aneh, membuatkan alat bantu dengar buat si anak sulung, sampai mempersiapkan si bujang cilik Noah Jupe dan mengajarkan hal-hal dasar semacam kamuflase suara yang harus dibuat ketika sedang ada dalam kondisi yang mengharuskan ada suara. *kan lahiran bakal teriak kan si mama*

Adegan melahirkan di bathup

Empat Moral Messages dari A Quiet Place

Akk, sebelum akhirnya jadi spoiler aku mau kasih tau kalian apa aja yang aku dapet setelah nonton film ini. Tentu berdasarkan sudut pandang aku yang nggak seberapa tapi menggemaskan ini ya

Cinta
Ow yeah, ini dia alasan kenapa diatas tau-tau pake quotes cinta. Ya sebab lindung-melindungi, kuat-menguatkan hanya milik mereka yang saling mencintai cuy. Meski di dalamnya ada konflik salah paham dan prasangka antara anak sulung dan ayahnya. Tapi di akhir semua saling menyadari kalau mereka saling mencintai dan harus melindungi. Hem. 

Suara
Film ini memang soal suara, dan itu bisaan banget bikin aku mikir kemana-mana. Ya, walau film ini fiksi (eh apa fiktif haha) tapi dalam kehidupan nyatanya memang ada loh yang demikian, dimana ketika kita lantang menyuarakan kebenaran tapi justru dicari kesalahannya untuk dimusnahkan. See! Persiskan?
*abis ini gue pasti dikatain lagi cucoklogi* haha

Ketakutan adalah Kekuatan
Membuat suara adalah ketakutan terbesar mereka, kalau di rule #2 : Dont Make a Sound
Tapi who knows kalo ternyata itulah kekuatan mereka melawan tiga makhluk astral itu. *duh ga tahan untuk ngga spoiler*

Syukur
Ini adalah poin besar dari segala poin. Iya! Bersyukur diberi kesempatan untuk sebebas-bebasnya buat suara di bumi Allah padahal aku suka buat dosa. Huhu. Karena sungguh nggak kebayang kalau harus hidup begitu. Bisa hidup bersosial, interaksi sebaik-baiknya, menikmati musik, mendengar suara-suara indah, stalking story orang.
Dimana kadang, kita bersuara itu untuk melampiaskan emosi atau perasaan-perasaan kan? Kalau nikmat itu hilang, kita harus putar otak untuk melampiaskan dengan cara lain. Kebayang kalau nikmat ini dicabut?


Dan, ngomong-ngomong baru kali ini nonton film genre Thriller, Horror kok studio nya sepi -_- apa jangan-jangan mereka terbawa alur film jadi ikutan nggak bersuara? Fufufu~

Sebenernya ada banyak hal yang mengundang celetukan nggak pentingku, seperti adegan dedek bayik hanyut dan bikin aku inget kisah Nabi Musa dan jadi nganggep si makhluk itu Fir’aun (?)

Terus adegan heroik si Noah pas ibu lagi lahiran, dan ini sungguh mengharukan. MasyaAllah, melahirkan aja sudah menegangkan, ditambah dengan kondisi sambil dikejar mahkluk pembunuh. 

So, aku secara pribadi merekomendasikan kamu nonton buat yang pengen adrenalinnya dipermainkan, biar jangan hati aja yang dipermainkan. Padahal aku sih nggak sering nonton film Barat di bioskop hehe, karena walaupun aku tau film Barat kebanyakan bagus dan nggak akan nyesel abis nonton, ya entah kenapa aku ngga sreg aja, kecuali bener-bener hype gitu. 

Jadi, yang gak pengen nonton ya sangat nggak apa yang penting udah baca curcolku soal film ini whahaha.

Akhiri dengan selfie!



Comments

  1. So cute this blog 😌💕 like like like

    ReplyDelete
  2. Dari penjelasan filmnya, bagus nih ceritanya. Musti segera nonton . Waduh, masih tayang gk ya? Hehe..

    ReplyDelete
  3. aaaaakkkk, pengen nonton! Penasaran sama Noah Jupe yang menggemaskan ituuuu. Makasih loh curcolnya :)

    ReplyDelete
  4. Duh jadi penasaran sama filmnya. Tapi di Aceh belum ada bioskop... Huhuhu

    ReplyDelete
  5. Terakhir nonton horor di bioskop itu Conjuring atau Annabelle ako lupa. Tapi sunggubhlah tak ingin mengulang lagi sekarang. Stres malah. Wkwkwkkw. Cukup baca curcol ini aja :D

    ReplyDelete
  6. Serem serem geram gitu ya filmnya. Tapi makhluk itu apa ya? Kayaknya gak terkuak hingga akhir cerita.

    ReplyDelete
  7. Aku juga berasal dari cinta ayah bunda maka lahirlah aku yaaak

    ReplyDelete
  8. wah menarik ya kisahnya. berarti itu makhluknya pas dengar suara langsung muncul gitu ya?

    ReplyDelete
  9. Horror selalu bisa membuat senam jantung... aku penikmat film horror

    ReplyDelete
  10. Waaah, reviewnya bagus.. De novi film ini bisa ditonton anak kecil g?

    ReplyDelete
  11. aku suka tema film begini. pengen nonton. suka banget sama moral messagenya : ketakutan adaah kekuatan. that's the point

    ReplyDelete
  12. Huaaaa, aku udah semingguan penasaran sama film ini, tapi kayaknya kudu siapin diri dulu buat nonton. Udah lama nggak nonton film horror, soalnya. Reviewnya cakeeep, seger2 renyah gimanaaa gitu, hehehe...

    ReplyDelete
  13. Very like and thank you........

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nonton Bunda Cinta Dua Kodi, Film Keluarga yang Bikin Nangis Haru