Libur Lebaran, kemana? #Curhat Part 1

Libur lebaran udah kelar, menguap begitu saja berbanding lurus dengan uang gajian dan THR.

Bukan maksud nggak bersyukur bahkan kufur. Tapi rasanya kuranggg ajaa lhoo bersantainya, gitu juga uang THR berasa dikiiit kalo dipake jalan-jalan. Padahal mah, nikmat liburan itu karena dikitnya itu, ya nggak? Libur tuh ibarat micin di sayur lodeh, which is enak kalo dikiiit buat ngeblend bumbu. Dan kalo kebanyakan, malah jadi sakit tenggorokan bahkan dibully, dikatain #generasimicin wkwk
Kata Allah juga,

Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Ibrahim: 7-8)

Kalau nikmat ditambah, artinya bahagianya double triple, liburannya produktif, tetep melahirkan kebaikan yang panjang, berkah. Itulah, kalau bersyukur. Jadi walau waktu sempit, tapi hati lapang. Ni aku lagi #selfreminder. Mumpung lagi bener, jadi ditulis untuk pengingat bagi diri sendiri hehe.

Biasanya rute lebaranku cenderung stagnan. Rumah Air Hitam-Liwa-Sukau-Ranau gitu-gitu aja bahkan kadang Ranau nya di coret berganti Piknik Bakar Ikan di kebun sayur Mas Hasan. Karena sebagai keluarga besar (besar) yang mencoba kompak, mencoba kece, dan mencoba bahagia kami bener-bener memanfaatkan momen bisa kumpul formasi lengkap. Slogan kami, “Mak Ghanta Kapan Lagei” wkwkwk

Dengan rute yang udah ditetapkan secara de jure oleh Mas Hasan selaku kepala adat, aku yang jomblo belum punya panutan terbiasa nurut. Ajakan kawan-kawan main kesana-sini juga aku tolak satu persatu. Emang nggak kepingin juga sih, jalanan rame banyak motor. Lagian enak piknik keluarga, ngapa-ngapa ditraktir wkwk. #orading

Alasannya masih sama, aku memegang teguh “Mak Ghanta Kapan Lagei” karena momen full squad ini jarang brooo! Biasanya salah satu dari kita ada aja yang ngga ada. Apalagi kakak iparku, kerja di Puskesmas yang kayaknya setiap hari kudu cek anu itu ntah.

Begitu terus tiap tahun, apalagi sebelum Bapak berpulang. Hukumnya wajib bagiku untuk ke Liwa segera, pasca sungkem ke mamak dan keluarga dekat di Air Hitam

Lebaran kali ini ada yang beda, jelas beda. Bapak udah nggak ada. Ini sudah kali ketiga lebaran. Ternyata seberbeda ini ya dengannya atau tanpanya. Duh, kalau diterusin, tulisannya bisa mellow~ *mulaibrebes*

Perbedaan lainnya adalah, bubrahnya rute yang disahkan dibawah tangan tersebut. Why? Karena sodaraku ada yang nikahan! Namanya Trisna, “Na, kalo lagi baca tulisan ini dadah-dadah ya sama pembaca laennya, siap2 IG diserang followers, secara masuk blognya mba blogger kece” wahahaha

Yak, Trisna yang kudu nikah di tanggal 4 Syawal tentu secara nggak langsung mengacak-ngacak jadwal kami, selaku seleb kampung yang rumah selalu ramai pengunjung lebaran haha. #udahinnarsisnya

Satu hal yang pasti, tahun ini aku nggak ke Liwa pikirku. Duh, mau ngapain. Lalu aku teringat KRUI, yess Krui! Mantaaai~

FYI. Secara letak geografis, Krui dulunya masuk ke daerah kabupaten Lampung Barat. Sampai kemudian terpecah dan menjadi kabupaten yang tengah berkembang Pesisir Barat.

FYI lagi, dengan keadaan demikian kudunya aku pernah dong ke Krui? Iyakan? Apa? Engga juga? Iyasih, nyatanya aku sama sekali belum pernah ke Krui. Padahal, hampir semua orang kayaknya pernah kesana yakan haha. Cediiih, ah ga juga haha.

Jaman terus berubah, dulu jalan-jalan is jalan-jalan. Sekarang? Banyak alasan orang harus jalan-jalan, kesadaran untuk piknik seiring berjalan dengan akun-akun traveler yang bikin ngiler orang-orang terus pingin ikutan jadi traveller wkwk. Nggak, gak ada yang salah dengan itu. sama sekali, aku sedang tidak nyinyir. Cuma memperjelas, kalau ada yang berubah, ke yang lebih baik misalnya.

Sadar piknik itu perlu lho, piknik itu nutrisi pikiran, sementara kesehatan pikiran jauh lebih penting seharusnya bahkan dibanding kesehatan fisik. Apasih yang lebih berbahaya dari manusia kalau bukan pikirannya? 

Belum pernah ke Krui bukan nggak pengen. Pengen dong, Krui sudah terkenal dari dulu, jauh sebelum akun instagram tentang Pesisir Barat, juga review para Blogger itu eksis. Meski benar adanya, dengan kemunculan sosmed Krui berkali lipat lebih terkenal dan mengundang berkali lipat pula pengunjung,

Cuma ya ada aja gitu yang bikin nggak jadi, kalau kata anak sekarang tuh “Pance” Panjang Cerita. Dan kalaupun luang, aku harus melalui tahap perizinan yang birokrasinya ribet, izin selain ke Mamak, Pakde, Mbak Fitri, Mas Hasan, terakhir kongkalikong Mas Asis. Itu, satu aja ada yang kasih argumen berseberangan, bisa bubrah benteng takeshi!

Tapi nggak usah dibayangin ribet kalau mau ngelamar aku ya, katamu gunung didaki, lautan diseberangi, tunjukin! Hahahaha #apasih

Awww, sudah malam ku harus bobo. Padahal masih pengen lanjut, memang kalo lagi curhat itu jos banget lah ngalir aja gitu curcol gaje, lain kalo kerjaan, dikit-dikit cek sosmed wkwk. Tapi denger-denger begadang itu ngerusak badan. Memang sih, udah sering sakit kepala nggak jelas, mungkin salah satu sebabnya karena kurang tidur. Hem.

So, ini adalah muqaddimah dari ceritaku soal Krui, yang sebenernya aku nggak cukup percaya diri untuk mendeksripsikan keindahan yang hanya Allah mampu Ciptakan. Tapi, lemme try! karena menuliskannya adalah bentuk rasa syukur. ya nggak?

Jadi, nantikan part-part selanjutnya yahhh!

Comments

  1. Wah keren mbak ceritanya, salam kenal ��
    Mudah2an kapan2 bs ke lampung, doain ya hehehehehe

    ReplyDelete
  2. Kondisiku waktu libur lebaran juga kurang lebih begini. Kesana kemari sungkem sana sini. Tapi beginilah nikmatnya punya keluarga besar. Kesana kemari ada yg bantuin. Apalagi kalau nikahan, waktunya ngumpul banget itu.

    ReplyDelete
  3. Pengen banget ke Lampung eksplorasi pantainya semoga ada rezeki aamiin

    ReplyDelete
  4. Aku juga ngerasa libur lebaran ini kak... hiks
    tapi klo kebanyakan libur pasti bosa melanda juga ya kak, enaknya liburnya lama dan pergi liburan dibayarin... hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nonton Bunda Cinta Dua Kodi, Film Keluarga yang Bikin Nangis Haru