4 Hal Penting Yang Perlu Diketahui Tentang HokBen Lampung

Seminggu ini, Lampung Rame! Kenapa lagi kalau bukan karena Grand Openingnya HokBen yang dinanti berjuta umat Lampung. Bener-bener rame banget pada ngomongin HokBen.
Bahkan, aku yang gak pernah makan HokBen (hiks) jadi bener-bener penasaran.

captured by Mantu Idaman

Tapi sebentar, sebelum lebih lanjut aku cerita dan review abis cicipin HokBen si fenomenal, aku cerita lebih dulu soal Hoka-Hoka Bento ini dalam hidupku *halah

Jadi kalau denger kata Hoka-Hoka Bento, cling aku dibuat flashback ke masalalu. Di mana aku yang anak daerah tentu akses ke resto terkenal itu jauh cuma bisa nikmati iklan yang berseliweran aja di tivi.

Tapi nggak berhenti sampai situ, pas SMA aku sekolah di Man 1 Metro yang merupakan kotamadya dan tinggal di dormitory/asrama sekolah. Di asrama, aku punya kakak kelas yang kerap dipanggil Bento oleh teman seangkatannya, sampai aku sediri sering lupa sama nama aslinya, ikut manggil ‘Kak Bento’ wkwk

Mulanya kutak peduli, lama-lama kepo hehe. Yak, antara Hoka-Hoka Bento atau Bento-nya Iwan Fals yaa yang dimaksud. Hem. Usut punya usut, berbekal keberanian untuk nanya ke kakak kelas, dimana pada masa itu entah kenapa senioritas begitu terasa, mau nanya asal usul nama panggilan aja takuuut gitu sampai sebegitunya mengumpulkan keberanian. Tapi karena aku anaknya pantang menyerah kalau soal kepo yah, tanya aja.

Ternyata,
Namanya adalah Mubarokah. Dan kenapa jadinya Bento? Karena Mubarokah dipanggil orangtuanya Oka, lalu di plesetin menjadi Oka-Oka Bento, dan berakhir dengan Bento. Baik. Panjang ya haha. Tapi cukup menghibur kan? Haha.

Back to topic, guys. Sampailah aku di hari yang berbahagia, bisa jadi bagian dari Openingnya HokBen untuk pertama kalinya di pulau Sumatera. Meski aku belum pernah cicip, rasa penasaran ternyata merangsang antusiasme. Jangankan food blogger, netizen yang nggak pernah ngomongin atau update soal makanan aja ikut rame ngomongin HokBen .

Source : Heni Puspita

Bareng beberapa teman-teman dari Tapis Blogger, pagi jam 09.00 tepat aku udah nongkrong di depan outlet HokBen. Yak, kami satu jam lebh cepat dari jadwal. FYI lokasi Outlet HokBen Lampung ada di Lantai 1 Mall Boemi Kedaton.

Sebelum kita lebih lanjut ngomongin makanannya yang memang enak-enak itu. Sepertinya kita perlu cari tau HokBen lebih dalam, di sesi Ngobrol Bareng Komunitas Tapis Blogger kami duduk bareng dengan tim manajemen dari HokBen Lampung. Aku ulas satu-satu yah, hal-hal yang biasanya jadi pertanyaan orang banyak hasil dari Ngobrol bareng Komunitas Tapis Blogger

 Dari Hoka-Hoka Bento kenapa menjadi HokBen

Yak, itu dia aku taunya Hoka-Hoka Bento. Dan HokBen adaah singkatan supaya lebih singkat. Eh, sekarang kok officially jadi HokBen? Ehm penasaran. Dan ternyataaa, Hoka-Hoka Bento rebranding menjadi HokBen juga terinspirasi dari penyebutan konsumen itu sendiri. Secara nggak langsung, HokBen adalah nama pemberian dari konsumen. Sweet

Bu Irma, menjelaskan rebranding HokBen
Selain nama, logo juga kita lihat kan berubah yaa, lebih fresh dan khas.

HokBen sudah Halal MUI, kah?

Sebenarnya ini bukan info baru ya, tapi kenyataannya masih banyak yang nanya-nanya. Ehm sebagai negara dengan umat Muslim yang di Indonesia jumlahnya Mayoritas memang perlu memperhatikan kehalalan produk ya.

HALAL! yang difoto juga belum di Halal-in #eh

Dan jangan sedih jangan khawatir, HokBen sudah mengantongi sertifikat Halal MUI dan sertifikat Jaminan Halal untuk masa 4 tahun, jadi rajin diperbaharui gitu guys.

Resto Jepang seperti HokBen, apakah pemiliknya juga Jepang?

Sebagai pembaca setia Conan Edogawa, yang secara nggak langsung memperkenalkanku pada nama-nama makanan Jepang, bentuk ciri khas Resto dll bikin aku bertanya-tanya “Apa HokBen ini miliknya Kogoro Mouri? Eh salah maksudnya Apa HokBen ini punya orang Jepang ya?”

Lagi-lagi kejutan jawabannya, No. HokBen adalah milik orang Indonesia. Oke, izinkan aku berkisah;
HokBen yang didirikan pada 18 April 1985 ini memang terinspirasi dari makanan Jepang yang disukai oleh pendirinya. Berasal dari hobinya yang wisata kuliner jalan-jalan keluar negeri, membuatnya ingin membuka resto Jepang, dan tentunya setelah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

HokBen, kenapa baru buka di luar Jawa?

FYI, ini adalah pertanyaan aku pribadi yang sempat aku sampaikan di forum. Ya jelaslah aku penasaran kenapa HokBen baru ada di Lampung, yang selama ini orang Lampung hanya bisa beli di Bandara atau pas lagi ke kota. Padahal, tim manajemen HokBen tak mungkin tak tau kalau permintaan di pulau Sumatera ini tinggi, di pulau lain pula.

Dan inilah jawabannya, yakk karena HokBen ingin mempertahankan mutu dan kualitas rasa! Jadi guys, pusat produksi bahan makanan sajian HokBen ini masih di Pulau Jawa, sehingga tim manajemen juga mempertimbangkan waktu yang ditempuh pasokan bahan makanan ini dari Jawa ke Sumatera misalnya.

Sebelum membuka gerai di Lampung, HokBen memang sudah memiliki 145 gerai di Pulau Jawa dan Bali. Dan di usianya yang sudah 33 tahun ini HokBen berkomitmen memberikan kontribusi pada masyarakat melalui CSR. Seperti Donor Darah yang rutin dilaksanakan setiap beberapa bulan sekali, memberi bantuan pendidikan bagi yang membutuhkan dan lain-lain. Dengan slogan ‘Share to Love’ ‘Love to Share’

Setelah ngobrol banyak dan foto-foto (tentu) hehe. Kami berkesempatan mencicipi aneka menu yang tersedia di HokBen Lampung.

duh aku ngelesooot wkwk

Aku pesan, Premium Set, Es Sarang Burung dan Edamame.


Pertama, Premium Set yang terdiri dari Nasi Beras Jepang, Salad Sayur, Beef Teriyaki serta Ekado dan Chicken Katsu. Ehem, yang pertama dan utama aku terkesan dengan nasinya dong, pulen, wangi, dan enak. Makan pake kecap aja jadi hihi. Apalagi kalau ketemu beef teriyaki yang bumbunya nggak ‘berat’ dan ‘banyak’ tapi nendang. Wah, gimana tuh. Ekado nya dengan isian telur puyuh cocol pake saos ehemmm, bikin betah berlama-lama di gerai hokben kayaknya asik nyantai sambil nyemilin Ekado dan Chicken Katsu.



Satu lagi, di paket Premium Set juga bakal dapet Ocha. Ocha itu apa? Ocha adalah Teh Hijau Jepang, yang diramu tanpa pemanis buatan. Jadi abis makan beef teriyaki dan cemilan Ekado Chicken Katsu pas gitu diminumin Ocha yang tawar dan pekat aroma teh.

Kedua, Es Sarang Burung. Kayaknya sih, Es Sarang Burung akan jadi menu wajib beli tiap mampirin HokBen ya. Aku nggak paham nih komposisinya, yang pasti airnya nggak manis, dan sedikit wangi terus ada jelly yang kaya serat dengan tambahan Kelengkeng. Segggeerr!



Ketiga, Edamame. Aku ngerasa pesananku ini udah paling chic gini perpaduannya dan makin chic karena ditambah Edamame hehe.



Yang pasti, buat yang sudah menanti-nanti hadirnya HokBen di Lampung maupun yang belum pernah coba tapi penasaran karena review kebanyakan Food Blogger yang bilang ini enak, cus langsung aja samperin Gerai HokBen di Lantai 1 Mall Boemi Kedaton.

Kalau nggak sempet mampirin dan makan di tempat (dine in) kamu juga bisa bawa pulang (Take Away). HokBen juga bisa delivery melalui 1 500 505, dan bisa tengok menu lebih detail dan lengkap ke www.hokben.co.id atau download aplikasi HokBen di Playstore.


Comments

  1. Oalaahhh...kubaru tau ternyata Novi sekolah di Metro yaaa... :D

    Semoga next time menjadi tempat cabang Hokben berikutnya ;)

    ReplyDelete
  2. Aku malah ngikik ngikik baca asal usul nama di awal cerita.. Xixixix.. Aku pengen makan hot n spicy beef teriyaki lagi loohhh.. Huhuhu

    ReplyDelete
  3. Tempat yang seru ya makan bareng keluarga, teman dan rapat. Menu HokBen juga cocok buat anak-anakku loh.

    ReplyDelete
  4. Senang juga saya nongkrong di HokBen pas lagi di Jakarta, nyaman banget sih di dalamnya, ada tempat lesehan juga ... sudah buka di Sumatera, kapan ya buka di Flores hahahah :D

    ReplyDelete
  5. Wah HokBen bikin penasaran ya. Menunya variasinya oke punya. Enak dan es sarang burungnya seger.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nonton Bunda Cinta Dua Kodi, Film Keluarga yang Bikin Nangis Haru