Cara Yang Benar Mengkonsumsi Susu Kental Manis


Sebagai anak petani yang lahir dan besar di areal kebun kopi, Susu Kental Manis begitu dekat dan lekat dalam kehidupan sehari-hari. Apa pasal?


Yaaa karena bocah kecil nggak ingusan kayak aku hobi ikut ngopi tubruk sama bapak-bapak, tapi dengan tambahan susu dan gula. Iyaa! Kopi sepucuk sendok, dikasih susu, dan masih pake gula. 
Gak habis pikir itu kopi susu atau susu kopi, padahal yang bener

GULA DIKASIH KOPI
Lho?
Sobat Novi Nusaiba yang selalu bahagia, keren, dan tetap menggemaskan, mon map kita belum mau ngobrolin soal kenapa aku ini suka kopi, walau sebagian orang di daerahku meski penghasil kopi masih menganggap anak gadis aneh rutin minum kopi.

Tapi kita akan ngobrolin si Susu, khususon Susu Kental Manis yang ternyata kandungannya jauh lebih banyak gula daripada protein.

Alih-alih dapat protein, zat besi, berbagai vitamin, tapi ternyata SKM ini kandungan terbesarnya GULA. Bersumber dari Kompas, dan disarikan oleh Mela Arnani dalam sebuah buku jurnal yang apik, ketahuan nih, kalau kandungan protein per segelas susu hanya 1 Gram. Selebihnya? GULA

Apa? Kaget? Iya sama -.- kayak semacam suka sama siapa, yang suka balik siapa hahaha. #ABAIKAN.

Jadi gini, sebelum hubungan kita semakin jauh, perasaan juga semakin dalam, harapan kedua belah pihak makin besar *apalagi sih ini* hihi ralat ya,

Jadi gini, sebelum obrolan lebih lanjut soal Susu Kental Manis yang lebih layak disebut Krimer Kental Manis situ dan beberapa bulan terakhir menghebohkan jagad dunia maya serta nyata. Aku mau cerita, bahwa aku memang sudah underestimate dengan produk-produk makanan yang dijual di pasaran, apalagi yang instant walau kadang sering cheating juga aku makan aja.


Begini perkara, bermula di suatu hari tanpa sengaja ku baca artikel soal kopi *yah kopi lagi* yang mengulas tentang seberapa persen kandungan kopi dalam sebungkus kopi sachet dimana akan dijual seharga seribu rupiah, belum lagi kalau beli dua gratis satu. Uw.

Sekilas pikir aja itu rasanya ngga mungkin, memang. Mamak Bapakku petani kopi, nyaris tiap hari tau update harga kopi meski tak lagi musim panen. Yang nggak wajar rasanya, kalau semurah itu kalau kandungannya murni, belum lagi ditambah krimer dan susu seperti digambarkan iklan. Apalagi, kalau pake embel-embel Luwak, tapi yang muncul di layar kaca Oppa Lee Min Ho tanpa sedikitpun mirip Luwak (?)

Dah, emang gak masuk akal. Lalu keluar pula jargon “Kopi Itu Digiling, Bukan Digunting” asalnya dari case yang satu ini. Beberapa pecinta kopi garis cadas sindir habis tu industri per-kopinstan-an Indonesia. Ya walau pengen juga aku jawab, “ya iyalah kopi digiling, kalo digunting, guntingnya rusak kakakkk"

Okey, berasal dari kopi pikirku merambah ke dunia susu. Harganya murah amat untuk kandungan gizi yang ditawarkan, ya nga? Lalu rasanya manis banget, insting dietku yang gak ketat ini bunyi, wah ngga bener ini.

Bergitulah, awalnya memang berbekal sotoy sampai akhirnya mencuatlah berita penarikan Susu Kental Manis di pasaran karena SKM TIDAK LAYAK dikatakan sebagai SUSU di labelnya. Cukup menghebohkan dunia Facebook yang dikit-dikit viral itu,#ups

Beruntungnya lagi, aku dapet pencerdasan dong dari Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) yang berkerjasama dengan Muslimat NU dimana mereka lagi roadshow ke tiga kota di Indonesia salah satunya Lampung. Temanya “Bijak Menggunakan SKM” Demi Membangun Generasi Emas Indonesia 2045.




Di event kali ini, yang dihadiri banyak sekali orang hebat, mulai dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. dr. Hj Reihana, M.Kes hingga jajaran pengurus Muslimat NU. Narasumbernya juga yang memang berkmpeten di bidangnya dimana dapat dipertanggungjawabkan statemennya, ada Bu Lusi Damayanti, kepala Dinas Kesehatan Masyarakatt, Bu Syamsuliani, Kepala Balai POM Lampung, Bu Susiyati, PP Muslimat NU, dan tak ketinggalan Pak Arif Hidayat Ketua YAICI.




Bagiku, bagian paling menarik ketika Bu Syam, Kepala Balai POM menjelaskan dengan detail soal SOP yang seharusnya pihak produsen tampilkan pada kemasan. Banyak,



Tapi, hal ini juga kudu diimbangi dengan konsumen yang pintar, komunikasi kan dua arah. Kalau produsen aja misalkan sudah memenuhi tanggungjawabnya dalam menampilkan yang seharusnya, sebagai konsumen juga kudu pintar dong untuk gali informasi produk macam apa yang dibeli dan akan dikonsumsi.

Sekali lagi, Komunikasi Dua Arah, kasian kalau label dianggurin ngga dibaca, kayak udah chat tapi ngga diread, padahal online. Kasian.




Gampangnya, kita sebut dengan cek KLIK. Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kadaluarsa. Misal kemasan, kalau pengemasan kaleng hindari kemasan kaleng yang sudah penyok. Cari yang utuh sempurna, kalau oke berarti #BukanKalengKaleng hihi

Dan yang lebih menarik lagi, ketika ternyata benar adanya kalau Susu Kental Manis memang tidak selayaknya dikonsumsi dengan diseduh dalam segelas air, dan dianggap sebagai susu berprotein tinggi serta banyak memiliki zat besi dan berbagai vitamin. NO!

Fakta yang sebenarnya, akan aku jabarkan
  • SKM Mengandung gulasebesar 40-50 persen
  • Kadar gula yang tinggi pada SKM meningkatkan resiko diabetes dan obesitas baik jika diberikan pada anak-anak maupun orang dewasa
  • Asupan gula yang berlebih akan merusak gigi
  • Kandungan gizi SKM lebih rendah dibandingkan jenis susu lainnya.
  • Kalsium dan protein SKM lebih rendah daripada susu bubuk atau susu segar.

Hiks, sedih jadinya kalo membayangkan masih banyak yang menggantungkan sumber protein dari susu kental manis. Oke, kalau di di perkotaan sudah banyak ibu rumah tangga dimana yang punya peran penting memilih asupan keluarga teredukasi soal skm. Tapi apa kabar dengan daerah? Aku yakin, bayak yang belum tau soal ini. Perlu banget ada sosialisasi massif ke ibu rumah tangga bahkan dari desa ke desa.

Ya gimana, niat kan sudah mulia, yaitu Mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan Menciptakan Generasi Emas Indonesia. Mantap kan?

So, sama-sama yuk kita wujudkan. Buat sobatque sekalian yang kebetulan lagi baca tulisan ini tolong jangan ragu buat share ke teman-teman dan ibu-ibu disekitar. Siapa tau, masih ada yang belum tau, who knows?

Kita sadar, pola hidup kita sudah banyak berubah. Kau dan aku juga sudah berubah, lebih baik kita akhiri saja~ ah kumat drama nih wkwk.

Lanjut. Gak usah jauh-jauh aku sendiri aja walau mencoba hindari santan instant, bumbu instant, kopi instant aja masih tergoda sama mie instant. Duh ngga tau deh kalo mie instant susah banget dihindari, apalagi kalo lagi kangen eh apalagi kalo lagi hujan maksudnya.

Dimana jauh banget dengan orangtua kita dulu, yang aktivitas fisiknya banyak, pola makan teratur, makanan yang dikonsumsi pun nggak banyak modifikasi yang dapat mengurangi kandungan gizi. Simplenya, dulu mana ada frozen food dimana ikan tahan sampe dua bulan, kalo mbahku dulu mancing ikan sekarang dua jam kemudian udah abis wkwk.

Hal-hal demikian yang jadi awareness buat kita sekalian, baik aku dan kamu, semua. Aku kadang mellow, suka sedih kalau meyakiti badan yang Allah titipkan buat kita dengan makan makanan yang nggak thayyib. Ingat, makanan yang kita makan nggak cukup hanya halal, tapi juga Thayyib.

Disimpulkan bahwa, kebutuhan manusia akan kalori memang perlu, hanya cara mengkonsumsinya yang sebaiknya disiasati. Normalnya, setiap manusia membutuhkan 2000 kalori/hari dan itu didapatkan dari berbagai macam sumber, karbohidrat, lemak dan protein. pintar-pintar kita membaginya guys.

Mengingat rendahnya protein yang terdapat dalam susu, peruntukkan Susu Kental Manis atau Krimer Kental Manis sebaiknya dalam bentuk topping atau tambahan makanan dan minuman buka untuk konsumsi rutin apalagi bagi anak atau balita. hiks.

Oke, sepertinya sharingnya aku cukupkan ya, ditutup dengan bonus infografis yang aku jepret dari buku panduan Ibu Indonesia. Semoga bermanfaat~







Comments

  1. Dulu sering minum malah susu kental manis + kopi :D

    ReplyDelete
  2. Waw, berarti setengah dari manisnya SKM adalah gula. Saya takut sebenarnya kalau sudah mengkonsumsi juga yang sudah diracik dan dikemas dengan tambahan lainnya.

    ReplyDelete
  3. Makasih infonya, mbak. Gile ya itu kandungan gulanya tinggi amat. Puji syukur waktu kecil aku gak pernah dikasih ibu SKM sebagai konsumsi susu harian.

    ReplyDelete
  4. Aku juga pernah tuh denger soal kopi sachet yang kandungan kopinya sedikit banget. Sama ky SKM ini ya. Gulanya jauh lebih banyak daripada susunya.

    ReplyDelete
  5. Penting bgt buat share ketidaklayakan SKM sebagai susu terutama buat ibu2 yg tinggalnya di daerah yg blm terjamah informasi nih

    ReplyDelete
  6. Kalau susu mungkin banyakan yang susu kental manis yang isinya gula semua sekarang

    ReplyDelete
  7. Seru banget ni acaranya, aku datang pas acara di Semarang, dapat pencerahan banget yaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog