(Review Film) Selain Menghibur dan Kocak, Dua Pesan Moral Film Mahasiswi Baru Patut direnungkan

Kalau bagi aku, nonton itu tujuannya cari hiburan. Udah, itu aja. Aktor ganteng or cantik, cerita bagus atau engga, ngeri-ngeri, lucu-lucu, dan lain sebagainya yang penting mah menghibur. Pokoknya aku butuh hiburan, titik!



Ini adalah bulan keenam aku tinggal di Jakarta. Well, secara umum aku nggak kesulitan beradaptasi. Hanyaa, entah kenapa lebih gampang stress dibanding waktu aku masih di Lampung. Whatever deh sama penelitian yang pasti bikin aku jadi sering ngintip jadwal film demi duduk diem di bawah temaram lampu bioskop dan nonton film yang menghibur.

Film Mahasiswi Baru

Beruntungnya aku, ditengah deadline-deadline yang maha penting aku bisa ikut nonton Film Mahasiswi Baru yang akan tayang pada 8 Agustus 2019 mendatang, gais. Oke, gais. Khusus di review film kali ini aku sapa temen-temen semua dengan gais, hehe.



So, film ini disutradarai oleh Monty Tiwa yang sebelumnya menggarap film Rompis, Critical Eleven and many more. Which is kita tau deretan filmnya nggak bikin kecewa penonton yakan. Fakta lainnya, film bergenre drama komedi ini diproduseri oleh MNC Pictures.

Film Mahasiswi Baru bercerita tentang Lastri yang diperankan dengan amat sangat chic oleh Widyawati yang kita semua udah tau yaaa, track recordnya di berbagai sinetron maupun film layar lebar. Nah, karena suatu alasan, Lastri yang usianya aja udah 70 tahun tiba-tiba kuliah di Universitas Cyber Indonesia. Wow! Sampai disini aku surprise dan mendadak pengen ikut jejak Lastri hihi.
Otomatis dong ya semua mata tertuju ke sosok Lastrik yang walaupun nggak nyentrik tapi unik. Semua pengen panggil oma, tante, bahkan bu kaga ada yang dibolehin, “Lastri ajaa” ceunah.
Lalu, di kampus tersebut bertemulah dengan geng, eh squad, eh paguyuban or whatever yaitu  Danny diperankan oleh Morgan Oey, Sarah diperankan oleh Mikha Tambayong, Erfan diperankan oleh Umay Shahab dan Reva Sonia Alyssa. Dan dari sinilah semua cerita bermula. Dimana, cerita dalam film ini cukup sarat, ada sedih, lucu (banyak), twist dll.

Yang disuka dari Film Mahasiswa Baru


FYI dari film ini ada beberapa poin yang aku secara pribadi sangat suka, yaitu:

a. Akting Para Pemain
Sebenarnya aku akan terkesan sotoy kalau mengomntari satu persatu akting para pemain ya. Tapi karena harus selalu percaya diri karena melihat dari sudut pandang penikmat film, jujur aja dalam film ini akting para pemainnya bener-bener jago.

Untuk karakter yang menurutku sangat mendalam, ya tetaplah jatuh kepada Lastri aka Widyawati dong. Hebat banget yaa, karakternya dalam film yang biasa ditemui nggak selucu, sebanyol ini tapi disini bisaaaa ae gitukan. Maybe para gais sekalian bisa cek deh di trailer buat ngintip.

Teramat sangat jauh dari kata kaku, dan sepanjang yang aku baca dan lihat waktu nonton bareng kemarin, semua orang emang memuji aktingnya. Jadi, kebayangkan?

Kedua, ada Umay. Pada salah satu adegan yaitu di tower, itu adalah puncak Umay keliatan bagusss banget aktingnya. Real banget sampai dengan canda-candaannya yang sungguh kekinian.

Dan aku cukup surprise sama peran Morgan yang ternyata vlogger kecanduan IG Story dengan ribuan fans wkwk. Gagal cool, alay iya! Tapi ganteng tetep! Aakkkk *teriak!!!

b. Komedinya TOP
Aku emang sering skeptis sama film yang mengklaim genre ‘komedi’. Karena khawatir garing sih, nggak lucu, atau becandaannya udah nggak sesuai sama era 4.0 gitu hihi.

Dan dibantah dengan sangat elegan oleh Oma Lastri yang maunya dipanggil “Lastri ajaa” ini.
Dalam film ini, Widyawati battle acting sama Slamet Raharjo, sesama artis kawakan yang ternyata akting, komedi, bahkan gombalannya ngeblend abisss. Aku masih nggak habis pikir kalo ngebayangin gombalannya soal kopi. Ah elahhhh, ikut baper dedek~ 


Belum lagi, diksi Terlatih Patah Hati bikin aku auto nyanyi sambil ngebayangin orang-orang seusia mereka pasti perjalanan asmaranya sudah sangat panjang dan mumpuni di bidang percintaan *bayangan macam apa ini* whahaha

Jadi gais, cius deh sepanjang film aku ngekek ngekek karena candaannya tuh yang teruss gitu lo. Baru kelar ngekek karena satu adegan, udah ada adegan lucu lain.
Makanya aku bilang film ini NGEHIBUR BANGET~

c. Cerita Padat
Setelah nonton dan mikir, aku kayak baru tersadarkan gitu kalau ternyata film ini konfliknya cukup padat. Jadi, setiap tokoh di film ini punya kisahnya masing-masing yang meski nggak deep dijelaskan tapi penyampaiannya cukup sampai ke penonton.
Nah, tapi itu tadi uniknya, si penonton sama sekali nggak ngerasa kalo cerita ini padat atau berat. Biasa aja gitu, lucu, tapi berceritaaaa dengan segala sedih, seru, lucu, baper and etc. 

d. Soundtrack
Pemilihan lagu dalam film ini sih asik-asik. Semua penonton pasti auto ikut nyanyi. Kalau aku paling suka SID – Jika Kami Bersama pada adegan Lastri and the gank, kaya langsung ikut ngerasa keren dan jadi bagian geng, eh squad, eh paguyubannya mereka. 

Pesan Moral Film Mahasiswa Baru

Nah selain beberapa poin diatas yang bikin aku suka sama film ini. Aku juga punya dua hal untuk bisa kita renungin;

Yang Berlebihan Gak Pernah Asik
Memang iya ya, berlebihan itu ngga bagus buat kita. Aku belajar dari karakter Danny, si vlogger yang hobinya nanyain powerbank. 

Sebagai Vlogger yang ingin menyampaikan peristiwa ke khalayak memanglah mulia. Dalam agama Islam, terkait dengan bab MENYAMPAIKAN KABAR itu diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Beliau menyampaikan agama yang Rahmatan lil alamin, lalu apa saja yang Beliau sampaikan diteruskan oleh para perawi hadits.

Dari para teladan tersebut, kita belajar bahwa dalam menyampaikan berita ataupun peristiwa juga ada adabnya yakni tabayyun/krosscek dan lain sebagainya.

Namun, sifat Danny yang selalu pengen kasih breaking news ke #BalaDanny nggak selalu bener karena nggak semua hal bermanfaat untuk di share ke khalayak. 
Thanks ya Danny, aku belajar banyak :’)) 

Sharing is Caring
Diatas sudah aku singgung, kalau dalam film ini setiap tokohnya punya cerita masing-masing. Dengan segala masalah dan kesulitan yang diemban oleh karakternya. Mengingatkan aku secara pribadi bahwa setiap orang punya masalah masing-masing yang mungkin ada saatnya baik untuk diceritakan dan begitupun sebaliknya.

Dalam berteman dan bersahabat, kita hanya perlu membuka diri, saling menerima bagi orang terdekat kita. Gitu, gais.



Nah itu dia, review yang lebih tepat disebut sebagai curhatan aku soal film Mahasiswi Baru yang akan tayang Kamis, 8 Agustus 2019!!!

*Nonton ya, gaisss :*


Comments